Review Film Toy Story 4 (2019), Akhir Perjalanan Sheriff Woody

Review Film Toy Story 4 (2019), Akhir Perjalanan Sheriff Woody

Dua puluh empat tahun telah berlalu sejak Disney merilis film Toy Story pertama pada 1995 silam. Banyak penggemar yang mengira petualangan Sheriff Woody telah berakhir saat mainan-mainan itu diserahkan oleh Andy kepada Bonny, namun ternyata tidak. Woody dan kawan-kawan kembali mengajak pemirsa setia menyelami dunia mainan mereka pada film yang tayang 21 Juni 2019, tapi kali ini, sepertinya benar-benar dimaksudkan jadi film yang terakhir.

Woody seperti biasa selalu menjadi mainan yang berpikiran positif yang menganggap keberadaan manian di dunia tak lain adalah untuk membahagiakan pemiliknya, tak peduli dirinya dimiliki Andy atau Bonny. Maka, ketika sebuah mainan bernama Forky menganggap dirinya tak berharga, Woody lah yang menyadarkannya.

Penulis cerita ini tetap Andrew Stanton, orang yang terlibat sejak penggarapan Toy Story tahun 1995. Namun, di film Toy Story 4 ini Stanton tak memfokuskan pada bagaimana para mainan ini membahagiakan pemiliknya. Kisah Woody dkk bersama Andy telah selesai pada Toy Story 3, sehingga pada Toy Story 4, film ini lebih mengisahkan proses para mainan beradaptasi dengan pemilik dan lingkungan baru. Menyisipkan pelajaran hidup bahwa setiap akhir adalah awal baru.

Saat Bonny membawa mainan-mainannya liburan, Woody justru bertemu dengan sahabat masa kecilnya yang telah sekian tahun tak berjumpa. Bagaimana petualangan Woody dengan sahabatnya yang bernama Bo Peep ini?

Film Toy Story 4 ini sarat dengan adegan emosional, meskipun tak ada yang mengalahkan scene sedih saat Andy menyerahkan Woody dan kawan-kawan kepada Bonny. Namun, Tom Hanks yang mengisi suara Woody berhasil membawakan suasana dengan sangat baik, membuat efek emosional terasa sampai ke pemirsa.

Pesan kuat dalam film ini tidak ditampilkan dalam dialog-dialog berat yang sulit dicerna. Lewat beberapa adegan sederhana, pemirsa dapat merasakan keikhlasan, kebebasan, dan kebahagiaan yang diracik dengan pas, tepat, dan tidak berlebihan. Anak-anak maupun orang dewasa tidak akan kesulitan menemukan pesan-pesan tersebut.

Jangan khawatir film Toy Story 4 hanya akan berisi adegan-adegan sedih. Akan ada banyak pula scene-scene komedi yang ditampilkan. Hanya saja, karena sasaran pemirsanya adalah semua usia, maka ada beberapa humor yang terkesan garing pada kalangan usia tertentu.

Satu hal yang mencolok dari nonton film bioskop Toy Story 4 ini adalah kualitas animasi besutan Pixar Animation Studios yang benar-benar berkualitas tinggi. Setiap detail dalam film ini digarap dengan matang, menghasilkan animasi yang halus dan kaya. Detailnya hampir menyerupai kualitas Masha and The Bear, hanya saja dengan polesan yang lebih sederhana namun berwarna. Karakter Bo Peep yang baru diperkenalkan dalam film ini pun dikerjakan dengan sangat baik.

Kelebihan lainnya dari film ini adalah chemistry yang kuat antara pengisi suara lama dengan pengisi suara baru. Banyak pengisi suara Toy Story 4 yang telah terlibat dalam pengerjaan film pertama tahun 1995 silam. Namun, banyak pula pengisi suara baru yang ternyata adalah bintang-bintang terkenal, seperti Keanu Reeves sebagai Duke Caboom, Keegan-Michael Key sebagai Ducky, Jordan Peele sebagai Bunny, dan Christina Hendricks sebagai Gabby Gabby.

Walt Disney Pictures memang tidak menyatakan dengan gamblang bahwa Toy Story 4 akan menjadi film Sheriff Woody yang terakhir. Namun, melihat endingnya yang sedemikian rupa, serta dari cara sutradara Josh Cooley mengemas cerita, sulit untuk melihat bahwa akan ada kelanjutan dari film ini. Sekalipun menyenangkan jika Pixar dan Disney membuat Toy Story 5, namun feel-nya tentu akan sedikit menurun karena penggemar merasa Toy Story sudah “tamat” di film ketiganya.

Bagaimana, penasaran dengan film Toy Story 4?

Iklan

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: